Bagi banyak orang, tuna kalengan mengingatkan kita akan sandwich hambar yang dicelupkan ke dalam mayones. Namun, perubahan sederhana—memilih yang mengandung minyak daripada yang mengandung air—mengubah bahan pokok dapur ini menjadi bahan yang serbaguna dan beraroma. Perbedaannya tidak kentara; ini masalah tekstur, kekayaan, dan potensi untuk meningkatkan kualitas makanan sehari-hari.
Pergeseran Mendasar: Minyak vs. Air
Tuna yang dikemas dalam air adalah: ikan yang diawetkan dalam air. Proses ini menghasilkan serpihan yang lebih kering dan kencang dengan profil rasa yang bersih namun agak hambar. Cocok untuk resep yang tunanya banyak dicampur dengan bahan lain, seperti salad tuna klasik. Sebaliknya, tuna yang dikemas dengan minyak direndam dalam minyak (idealnya minyak zaitun), yang mengunci kelembapan dan memberi kekayaan pada ikan. Hal ini menghasilkan serpihan yang kenyal dan beraroma yang dapat dinikmati langsung dari kalengnya atau digunakan sebagai bahan dasar perasa dalam berbagai hidangan.
Kuncinya adalah cairannya. Air menghilangkan kelembapan, sementara minyak mempertahankannya. Panasnya pengalengan dengan lembut merebus tuna dalam minyak, menciptakan tekstur halus yang sangat kontras dengan konsistensi kering dan berkapur dari varietas yang mengandung air. Selain itu, minyak itu sendiri menjadi bahan bonus—taburkan pada pasta, kacang-kacangan, atau roti untuk menambah rasa secara instan.
Kualitas Penting: Lebih dari Sekadar “Kemasan Minyak”
Tidak semua tuna yang dikemas dengan minyak sama. Banyak merek yang lebih murah menggunakan minyak kedelai atau minyak sayur, yang rasanya hambar dan berminyak, sehingga menurunkan kualitas ikan. Pilihan terbaik adalah tuna yang dikemas dalam minyak zaitun, yang memberikan aroma buah dan pedas yang melengkapi, bukan menutupi rasa tuna. Carilah kaleng yang minyaknya berkilau di sekitar ikan, tetapi tidak meninggalkan residu berminyak.
Untuk kenikmatan sejati, pertimbangkan ventresca, yang dipotong dari perut berlemak tuna. Ini setara dengan toro dalam sushi—halus, bermentega, dan empuk. Meskipun lebih mahal, ventresca meningkatkan hidangan sederhana menjadi status mewah.
Aplikasi Serbaguna: Melampaui Sandwich
Tuna yang dikemas dengan minyak bukan hanya makanan ringan; ini adalah pembangkit tenaga rasa yang mengubah makanan sehari-hari menjadi sesuatu yang istimewa.
- Pasta: Tuna yang mengandung minyak bersinar dalam hidangan pasta, sangat cocok dipadukan dengan caper, serpihan cabai, lemon, dan bawang putih. Minyak yang mengandung tuna dapat digunakan untuk menumis aromatik, sehingga semakin meningkatkan rasanya.
- Salad: Lupakan salad tuna yang kaya mayo. Tuna yang mengandung minyak meningkatkan kualitas salad musim panas dengan tomat, sayuran pahit, kacang-kacangan, atau kentang. Ini juga ideal untuk Niçoise klasik.
- Roti panggang: Hidangan pembuka yang sederhana namun elegan: roti panggang yang dilumuri bawang putih, ditaburi minyak tuna, dan di atasnya diberi fillet tuna dan sedikit bumbu.
- Kacang: Tuna yang mengandung minyak dan kacang putih adalah perpaduan sempurna yang dibuat di surga. Sekaleng kacang cannellini, sedikit bawang merah, minyak zaitun, jus lemon, dan tuna dapat menjadi santapan yang cepat dan memuaskan.
Saat Dikemas Air Masih Berfungsi
Terlepas dari keunggulan tuna kemasan minyak dalam banyak kegunaan, tuna kemasan air tetap relevan untuk resep tertentu. Jika Anda membuat lelehan tuna atau casserole mie tuna yang kental, tekstur tuna yang mengandung air lebih ramping menyeimbangkan kekayaan bahan lainnya.
Dapur Penting
Pada akhirnya, tuna yang dikemas dengan minyak adalah sebuah pengubah permainan. Ini adalah makanan pokok serbaguna dan beraroma yang meningkatkan masakan dapur ke tingkat yang lebih tinggi. Jika Anda hanya pernah merasakan hambarnya sandwich tuna masa kanak-kanak, inilah saatnya menemukan kembali tuna kalengan—dan rasakan betapa enaknya tuna kalengan.
