Internet dipenuhi dengan klaim tentang manfaat kesehatan dari minum air panas atau hangat. Dari peningkatan pencernaan hingga penurunan berat badan, banyak video dan postingan yang mempromosikan kebiasaan ini sebagai rahasia kesehatan. Namun, para profesional medis mengatakan kenyataannya lebih beragam. Tren ini berakar pada pengobatan tradisional Tiongkok dan Ayurveda, di mana kehangatan dikaitkan dengan peningkatan “chi” – kekuatan energi tubuh – dan kesehatan pencernaan.
Signifikansi dan Relaksasi Budaya
Minum air panas sudah tertanam dalam banyak budaya, terutama melalui konsumsi teh. Dokter menekankan bahwa efek menenangkan dan relaksasi dari cairan hangat adalah manfaat yang nyata. Pengurangan stres saja dapat berdampak positif terhadap kesehatan secara keseluruhan. Jika air panas adalah bagian dari rutinitas atau praktik budaya Anda, melanjutkannya tidak masalah. Namun mereka yang mencari hasil kesehatan tertentu mungkin akan kecewa.
Hidrasi dan Aliran Pencernaan
Terlepas dari suhunya, air minum penting untuk hidrasi, mendukung fungsi tubuh yang optimal. Cairan hangat dapat memperlancar pergerakan melalui saluran pencernaan dengan merelaksasi sfingter – otot yang mengontrol aliran dari mulut ke usus besar. Stimulasi ini dapat membantu pergerakan usus dan bahkan memicu refleks gastrokolik, yaitu proses alami yang mendorong buang air besar.
Namun, meminum air dengan suhu berapa pun membantu buang air besar, karena peregangan perut menandakan refleks gastrokolik.
Kebenaran Tentang Pencernaan dan Penurunan Berat Badan
Bertentangan dengan anggapan umum, air panas tidak serta merta membantu pencernaan. Studi menunjukkan bahwa minuman panas dan dingin dapat memperlambat pengosongan lambung dibandingkan dengan cairan bersuhu tubuh. Sistem pencernaan berfungsi paling baik pada suhu 37°C (98,6°F); suhu ekstrem dapat mengganggu motilitas untuk sementara.
Selain itu, tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim bahwa air panas mendetoksifikasi, meningkatkan metabolisme, atau menyebabkan penurunan berat badan. Manfaat penurunan berat badan berasal dari penggantian minuman berkalori tinggi dengan air, manfaat yang juga dimiliki oleh air dingin.
Efek Placebo dan Kepraktisan
Dampak terukur dari meminum air panas masih belum jelas. Beberapa individu mungkin merasakan manfaatnya, namun sejauh mana hal ini disebabkan oleh plasebo tidak diketahui.
Dokter setuju bahwa minum air panas tidak berbahaya dan dapat menjadi bagian dari rutinitas kesehatan jika membuat Anda merasa lebih baik. Namun penting untuk dipahami bahwa tidak ada jaminan perubahan besar pada kesehatan.
Tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa air panas, secara unik, mendetoksifikasi, meningkatkan pencernaan, meningkatkan metabolisme, atau menyebabkan penurunan berat badan. Namun, jika itu membantu suasana hati atau ritual Anda, hal itu bisa bermanfaat.

























