Salmon kalengan adalah obsesi saya saat ini. Saya membelinya dalam jumlah besar. Itu ada di dapur saya seperti harta karun emas. Saat rasa lapar melanda—atau saat saya membutuhkan protein dengan cepat—saya membuka kaleng. Terkadang hanya berupa serpihan biskuit multigrain dengan garam dan merica. Di lain waktu saya mencampurnya dengan mayo ringan. Ada 21 gram protein dalam satu wadah. Ini mudah.

Teman-teman memutar mata. Adikku mengeluh tentang baunya. Saya tidak peduli. Rasanya seperti surga bagiku.

Akhir-akhir ini, saya bukan satu-satunya. Ikan kaleng sedang bersenang-senang. Di apartemen seorang teman, mereka menyajikan sarden dengan lemon. Di Portugal, camilannya adalah standar. Itu tidak aneh. Itu Eropa.

Saya bertanya kepada Leslie Bonci, RD—pemilik Active Eating Advice—untuk menjelaskan mengapa semua orang sekarang makan ikan kaleng. Inilah yang dia katakan tentang makanan pokok dapur berprotein tinggi ini.

Panduan Variasi Ikan Kalengan

Tuna dan salmon mendapatkan semua kemuliaan. Tapi lautnya besar. Ada pilihan lain jika Anda ingin mencobanya. Bonci memecah pemain utama di lorong ikan kaleng.

  • Sarden: Ini gurih. Itu mencurigakan. Mereka gemuk. Anda mungkin melihatnya di kemeja fashion, tapi bisa juga digunakan pada biskuit.
  • Makarel: Ini hemat biaya. Itu berminyak. Rasanya lebih amis dibandingkan salmon. Bonci menyarankan untuk menggunakannya dalam sup krim kerang Manhattan untuk menyeimbangkan kekayaannya.
  • Ikan teri: Suka atau benci. Ini adalah pilihan paling asin di kaleng.
  • Herring: Pikirkan ikan sarden yang lebih lembut. Itu terkelupas. Dibutuhkan rasa apa pun yang Anda tambahkan.
  • Salmon: Ikan tingkat pemula. Itu ringan. Cobalah varietas jahe teriyaki atau lada lemon agar tetap menarik.
  • Tuna: “Ayam laut”. Lembut. Berisi. Dapat diandalkan.

Anda tidak harus memakannya begitu saja. Carilah pilihan rasa. Sarden dalam saus tomat. Tuna di sriracha. Bumbu penting. Pilih profil yang paling sesuai dengan selera Anda.

3 Alasan Menyimpan Ikan Kalengan di Dapur Anda

Mengapa menimbun? Ini bukan hanya soal kenyamanan.

1. Ini adalah pembangkit tenaga protein
Satu tiga ons dapat menghasilkan 21 gram protein. Itu setara dengan daging giling. Bonci mencatat bahwa protein sumber hewani menyediakan profil asam amino yang lengkap. Tubuh Anda membutuhkan sembilan asam amino spesifik yang tidak dapat diproduksi sendiri. Ikan kaleng memiliki semuanya.

2. Mendukung kesehatan jantung
Ahli jantung sering membatasi daging merah. Tapi mereka menyukai ikan. Mengapa? Asam lemak omega-3. Lemak ini dikaitkan dengan hasil kardiovaskular yang lebih baik.

Sebuah studi Nutrisi tahun 2023 menemukan bahwa orang yang makan dua porsi ikan per minggu mengalami penurunan risiko penyakit kardiovaskular sekitar 10%. Mereka yang makan ikan setiap hari mengalami penurunan hingga 30%. Jenis ikan kaleng yang dibahas di sini semuanya kaya akan lemak bermanfaat ini.

3. Menghemat waktu dan ruang
Jangan meremehkan logistik. Ikan kaleng tahan lama. Tidak perlu didinginkan sampai dibuka. Ini tidak memerlukan pekerjaan persiapan apa pun.

Bagi saya, ini adalah makan siang dua menit. Bagi Anda, ini mungkin lauk cepat saji. Ini adalah sistem pengiriman nutrisi yang paling mudah dilakukan.

3 Cara Sederhana Makan Lebih Banyak Ikan Kalengan

Siap untuk bergabung dengan hype? Mulailah dengan metode mudah ini.

Tambahkan ke salad kacang

Salad kacang sedang tren. Ikan kaleng cocok untuk dimakan. Bonci menyukai campuran Mediterania. Campurkan kacang cannellini. Tambahkan mentimun. Masukkan keju feta dan caper. Taburi atasnya dengan salmon atau sarden. Ikan menambahkan protein ke kacang kaya serat.

Membuat pasta makanan laut

Anda tidak perlu memasak ikan secara terpisah. Buat saus Anda. Tambahkan ikan kaleng di bagian paling akhir. Biarkan hingga memanas. Itu menghangat. Itu menambah protein. Itu tidak memerlukan pembersihan ekstra.

Sajikan dengan sederhana

Tetap sederhana. Serpih ikan ke dalam kerupuk.

Jika ingin menutupi teksturnya, buatlah olesan. Hancurkan sarden dengan yogurt Yunani atau keju krim. Anda juga bisa mencampurkan salmon atau tuna dengan mayones ringan, garam, dan merica. Tambahkan seledri untuk kerenyahan. Atau bawang bombay.

Mengapa Itu Penting

Anda tidak perlu mempersulit ikan kaleng. Ini menimbulkan alis. Ini menarik komentar. Tapi itu sangat berharga.

Saya memakannya karena berhasil. Ini cepat. Ini bergizi. Rasanya enak bagiku.

Mungkin baunya akan mengganggu Anda terlebih dahulu. Atau teksturnya. Tapi pernahkah Anda mencoba mencampurkannya dengan lemon? Atau memasukkannya ke dalam sup kental? Opsinya terbuka.

Dapurnya penuh. Ikan sedang menunggu.